Lelaki Tua Penjaga Kubur

Rumahku di dekat kuburan desa. Sebuah pemakaman umum yang sudah tua; pohon-pohon kamboja tumbuh subur, dan pohon bambu mengeliling area. Di sana ada seorang tua penjaga kubur. Semacam juru kunci, yang hidupnya bergantung kepada kedermawanan para peziarah.

Selepas shalat subuh di surau, dia akan menyiapkan peralatannya: sapu, sabit, pengki, dan korek api. Ketika embun masih membasahi rerumputan, lelaki tua itu sudah hadir di kompleks pemakaman. Kemudian dengan rajin dan saksama dia membersihkan rerumputan, menyapu nisan-nisan dan bangunan makam, mengumpulkan bunga-bunga yang layu di tanah. Memotong batang dan daun bambu yang mulai merambah areal pemakaman. Menumpuknya di suatu tempat khusus dan membakarnya. Setiap hari dia membersihkan ratusan nisan, tak peduli apakah itu nisan orang miskin, pendeta, orang kaya, kiai, penjahat, atau pelacur.

Waktu itu aku masih kecil, seusia SMP. Aku heran pada pekerjaannya dan ingin tahu. Pernah sesekali aku bertanya kepadanya, apa yang diharapkannya dari pekerjaannya yang imbalannya tak sepadan dengan kerja kerasnya dari pagi sampai siang hari yang panas. Sebulan bahkan dia kadang-kadang hanya mendapat dua puluh ribu atau tiga puluh ribu rupiah, kecuali menjelang Ramadan dan hari raya. Lelaki itu hanya menjawab bahwa dia ikhlas menjaga kubur orang-orang dengan harapan kelak dirinya mendapat balasan surga. Sederhana sekali.

Pada suatu ketika, saat aku sudah menginjak remaja, lelaki tua itu pun meninggal karena usia tua. Dia dimakamkan di situ juga. Tetapi setelah dia meninggal, tak ada pengganti yang mau menjadi penjaga kubur setiap hari.

Lelaki tua penjaga kubur itu, yang merawat kuburan orang lain dengan tekun dan ikhlas, tak bisa menjaga kuburannya sendiri. Bahkan, sekarang tak ada orang yang ingat di mana letak kuburannya.

(Diambil dari buku Tri Wibowo B.S. yang berjudul Gunung Makrifat Memoar Pencari Tuhan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s