Supernova dan Hipernova

Sebuah bintang secara mendadak mengalami peningkatan kecerlangan. Peristiwa ini disebut nova yang dalam bahasa latin memiliki arti “bintang baru”.

Disebut bintang baru karena, bintang yang biasanya redup dan tidak dapat dilihat dengan mata tanpa alat, tiba-tiba menjadi obyek yang sangat terang di langit ketika ia menjadi nova.

Nova merupakan ledakan bintang yang terjadi di katai putih dengan terang maksimum -1,1 magnitudo dan minimum hanya 10.5 magnitudo. Teori menyatakan kalau peristiwa nova terjadi sebagai akibat dari bintang yang kembali menyala setelah tidur panjang.

Nova diperkirakan terjadi di permukaan bintang katai putih yang berada di dalam sistem bintang ganda berdekatan. Pasangannya adalah bintang raksasa merah yang jejarinya mengembang sedemikian besar hingga terjadi aliran materi ke katai putih pasangannya.

Materi yang masih kaya hidrogen itu mencapai permukaan katai putih yang sangat panas maka dipiculah sebuah ledakan di permukaan bintang yang tiba-tiba cerlang. Karena itu, bagi astronom di masa lalu, ketika sebuah bintang redup yang tak pernah tampak di langit kemudian tiba-tiba muncul dengan sangat terang, maka mereka pun menyebutnya nova si bintang baru.

Selain nova, ada peristiwa ledakan yang lebih dasyat lagi yang kita kenal sebagai ledakan supernova. Nama supernova didapat dari peristiwa terangnya sebuah bintang yang jauh lebih terang dari nova. Supernova merupakan peristiwa ledakan bintang yang miliaran kali lebih terang dari nova dan dikenal sebagai salah stau cara bintang mengakhiri hidupnya. Peningkatan kuat cahayanya kira-kira delapan kali lebih besar dari nova.

Bagaimana dengan hipernova? Kalau menilik dari nama, maka hipernova merupakan supernya super supernova. Singkatnya, hipernova merupakan peristiwa yang jauh lebih dasyat dari supernova.

Setidaknya sampai dengan tahun 1982, para astronom dalam literatur menyebutkan kalau hipernova merupakan keruntuhan inti yang memicu terjadinya supernova yang kecerlangannya lebih dari 100 supernova pada umumnya. Selain itu hipernova juga diasosiasikan dengan ledakan bintang masif populasi tiga dan bergabungnya lubang hitam supermasif.

Tapi pemahaman itu sudah berubah dan saat ini hipernova mengacu pada keruntuhan inti bintang masif yang massanya lebih dari 30 massa Matahari dan ada teori yang menyatakan lebih dari 100 massa Matahari.

Ledakan bintang masif tersebut akan langsung dikelompokkan sebagai hipernova tanpa melihat apakah kecerlangannya lebih cerlang dari supernova pada umumnya atau tidak.

Ketika hipernova terjadi, kecerlangannya lebih cerlang dari supernova dan menghasilkan energi 100 kali lebih besar dari supernova. Teori hipernova mengemukakan beberapa kemungkinan. Pertama, hipernova merupakan ledakan bintang yang sangat masif yang berputar sangat cepat dan memiliki medan magnet yang juga sangat besar. 

Penjelasan lain menyatakan hipernova terjadi ketika salah satu bintang dalam bintang ganda bertabrakan dan bergabung dengan bintang pasangannya. Meskipun belum dapat dipastikan proses mana yang tepat, yang bisa diketahui hanyalah terbentuknya lubang hitam dan pelepasan energi dalam jumlah besar dalam bentuk sinar gamma.

(Sumber: langitselatan.com)

Disalin: http://m.nationalgeographic.co.id/berita/2013/09/hipernova-ledakan-lebih-mega-dari-supernova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s