Psikologi Harapan (Bangkit Dari Keputusasaan Meraih Kesuksesan) – Dr. Ken Olson

Tuhan yang kuyakini bukanlah Tuhan rasa dari takut dan kematian. Aku tidak membenci Tuhan karena kesalahan-kesalahanku — atau kesalahan manusia. Aku percaya pada Tuhan dari Harapan –Tuhan dari Cinta dan Tuhan dari Pengampunan. Dan sosok Tuhan begitu mengagumkan sehingga hal itu menenggelamkanku.
352

Psikologi Harapan berarti anda memiliki kekuatan dalam diri anda untuk berubah. Harapan merupakan keputusan pribadi, yang tidak dicapai pada saat ada cahaya terang dan matahari siang hari, di saat dunia anda berjalan dengan baik dan anda merasa keceriaan dan kegembiaraan dari segala hal yang terjadi.
Harapan tidak dibutuhkan pada hari-hari biasa disaat hidup berjalan dalam rutinitas yang sama. Harapan adalah sebuah keputusan yang dibuat dalam kegelapan hidup, di mana terdapat rasa sakit dan keputusasaan, dan seringkali dalam bayangan kematian.
Harapan adalah keputusan di mana hanya ada sedikit bukti yang mendukung keputusan itu. Kenyataan mungkin lebih berat menunjukkan arah sebaliknya, yang mungkin membuat seseorang memutuskan, “Aku berhenti. Aku menyerah. Aku tidak pergi lebih jauh lagi.”
Harapan seperti mendengarkan nyanyian seekor burung dalam kegelapan menantikan fajar. Harapan juga merupakan lahirnya sebuah keputusan untuk berhenti berpikir bahwa orang lain dapat membuat hidup anda benar. Harapan berarti melepaskan semua beban berat kepahitan yang merusak, kebencian, rasa takut dan rasa bersalah, dan berkata, “Inilah aku, Tuhan tolonglah aku.”
348

Psikologi harapan berarti mempercayai orang, dan menyadari bahwa dalam diri setiap orang terdapat kekuatan untuk berubah. Harapan berarti mempercayai orang untuk tumbuh dalam keindahan, kreatifitas, kepekaan dan semangat hidup. Dasar kehidupan seseorang adalah harapan. Bila ada harapan, maka ada hidup — dan tidak ada jalan lain. Bila tidak ada harapan untuk masa depan, maka tidak ada kekuatan untuk saat ini. Sekali lilin harapan mati, maka jalanan menjadi berbahaya.
343

Lebih baik menyalakan sebuah lilin, daripada meratapi kegelapan . . .
Peribahasa Cina
343

Puisi dari Gerald McArthur judulnya Penuaan:

Tak seorang pun menjadi tua hanya dengan hidup beberapa tahun,
Manusia tumbuh menjadi tua hanya melalui kurangnya cita-cita
Kamu semuda rasa percaya-dirimu, setua rasa takutmu,
Semuda harapanmu, dan setua keputusasaanmu.
Di tengah-tengah relung setiap hati, ada sebuah kamar perekam
Selama kamu menerima pesan-pesan keindahan, harapan, kegembiraan dan keberanian
Selama itu pula kamu tetap muda
Bila kawat telah diturunkan dan hatimu sudah tertutup
Oleh salju pesimisme, es sinisme,
Maka, yang terjadi hanyalah kamu menjadi tua.
342

Aku terpesona melihat orang-orang, tak peduli berapa usianya, mencoba ide-ide baru. Aku terpesona oleh orang-orang yang masih memiliki semangat untuk hidup dan selalu menanggapi tantangan hidup.
341

Karl Menninger suatu ketika berkata dalam sebuah konperensi di Phoenix, “Masa remaja dimulai dengan serangan pubertas dan diakhiri dengan kemahiran kebijakan.”
337

Bagaimana menambah hidup pada tahun-tahun anda, bukan hanya menambah tahun-tahun dalam hidup anda.
336

Bila anda ingin tumbuh dan tidak pernah bosan, bersiaplah terbuka pada setiap ide. Ingatlah tujuan anda adalah pertumbuhan, bukan kesempurnaan.
304

Mereka hanya mengisi kekosongan menunggu kematian.
303

Aku telah menutup pintu hari kemarin, beserta kesedihan dan kesalahan yang kuperbuat.
Aku telah mengunci dinding-dinding buram masa lalu dan rasa sakitnya;
Dan sekarang aku telah melempar kunci itu untuk mencari kamar lain;
Aku akan menghiasi kamar itu dengan harapan dan senyum kumpulan bunga di musim semi.
Tak satu pun pikiran yang memasuki tempat ini memiliki tanda rasa sakit
Dan semua kedengkian dan ketidakpercayaan tidak akan pernah berkuasa.
Aku telah menutup pintu hari kemarin dan melempar kuncinya.
Esok hari tak ada keraguan bagiku sebab aku telah menemukan hari ini.
302

Tak seorang pun bertanggung jawab secara mutlak untuk pertanyaan: “Berapa lama anda ingin hidup?” kecuali anda. . . sesuai dengan keputusan anda!
289

Aku teringat seorang teman dulu pernah berkata, “Jangan cemas pada segala hal. Anda sudah memiliki hidup dan sebuah tubuh, dan kedua hal itu lebih penting dari apa yang kamu makan dan yang kamu pakai. Burung-burung tidak memiliki kecemasan terhadap apa yang dimakan. Bapa kita di Surga memberi mereka makan, dan anda jauh lebih bernilai bagi Dia daripada burung-burung itu. Akankah rasa cemas anda menambah satu waktu terhadap hidup anda?”
285

Frankel menulis, “Yang paling perlu adalah perubahan mendasar sikap kita pada kehidupan. Kita harus mempelajari diri sendiri; lebih jauh lagi kita harus mengajari orang yang putus asa sehingga kita tidak peduli pada apa yang diharapkan dari kehidupan ini, namun apa yang diharapkan kehidupan dari diri kita. Kita perlu berhenti menanyakan arti kehidupan, dan sebaiknya memikirkan diri kita seperti ditanyakan kehidupan, tiap hari dan tiap jam. Jawaban kita harus diwujudkan, tidak dalam pembicaraan dan pemikiran, namun dalam tindakan dan perilaku tepat. Kehidupan pada akhirnya berarti mengambil tanggung jawab untuk menemukan jawaban yang benar terhadap masalah-masalah, dan memenuhi tugas yang terus-menerus dipersiapkan di depan setiap individu. Jadi, setiap diri kita dibiarkan menemukan keyakinan dan tanggung jawab kita sendiri. Hanya dia yang dapat memutuskan untuk dirinya sendiri.”
283

Albert Einstein suatu saat berkata, “Hal paling adil yang dapat kita alami adalah hal misterius. Hal misterius adalah dasar ketaatan yang berdiri pada seni dan pengetahuan sejati. Orang yang tidak memahami hal misterius, tidak akan lagi dapat mengagumi, merasa takjub. . . ibarat seperti orang mati, seperti lilin padam.”
282

Aku tidak pincang. Aku hanya tidak bisa berjalan dengan baik.
257

Akan tiba saatnya orang tua menyadari tidak ada lagi yang dapat dilakukannya untuk anak laki-laki atau anak perempuannya kecuali membiarkan mereka menempuh jalan hidup mereka sendiri.
242

Benjamin Disraeli, “Tidak ada yang lebih kuat daripada pikiran yang muncul pada saatnya.”
161

Suatu ketika J.S. Mills berkata, “Satu orang yang memiliki keyakinan setara dengan kekuatan sembilan puluh sembilan orang yang hanya memiliki ketertarikan.”
161

Rahasia orang sukses adalah kemampuannya mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya, kekuatan pikiran mantap tentang dirinya dan kemampuannya mempelajari perilaku baru dan menjadi orang yang mampu memecahkan masalah. Kemampuan tidak biasa yang dimiliki orang sukses adalah bahwa mereka selalu mengambil waktu untuk berpikir. Kegagalan tidak dianggap sebagai kehancuran namun hanya tanda untuk mencari pemecahan lain. Orang sukses adalah orang yang memiliki tanggung jawab pribadi yang kuat dan keyakinan dalam dirinya.
160-161

Inilah rahasia cinta. Cinta memberi umpan balik yang kuat pada diri. Bila anda menyentuh dan mencintai seseorang, orang itu akan mendapat keuntungan karena dicintai, namun anda lebih kaya karena untuk tetap mencintai anda harus memberikan cinta anda.
158

Marcus Aurelius berkata jauh di masa lalu, “Dunia tempat kita hidup ini ditentukan oleh pikiran kita.”
157

“Beban terberat manusia adalah potensi yang dimilikinya.”
131

“Semakin anda yakin untuk mendengarkan suara dari dalam diri anda, semakin bagus anda mendengar apa yang terdengar di luar.”
Dag Hammarskjold
119

Dengarkanlah gejala-gejala. Apakah pesan-pesan yang dibawanya?
117

Hancurkan unit keluarga, maka anda akan dapat menghancurkan negara!
113

Sebab cinta bersifat menjembatani, bukan memisahkan.
94

Jangan biarkan kesusahan jatuh pada kemarahan anda.
82

Salah satu hal yang paling mengecewakan dalam hubungan komunikasi manusia adalah saat seseorang membuat anda lemah, menyalahkan anda, baik dengan bersikap diam atau dengan mengubah subyek pembicaraan atau berusaha membaca pikiran anda. Hal-hal itu membuat anda merasa bahwa pesan yang ada dalam diri anda yang anda kirimkan pada orang itu tidak pernah diterima secara utuh dan hal ini meninggalkan rasa frustasi akibat urusan yang tak utuh. Di sinilah letak seringnya kita mengalami kegagalan dalam hal kemampuan kita berkomunikasi. Kita membiarkan rasa kecewa itu ada di sana.
79

Merasakan sebuah kejadian bisa berarti menafsirkannya.
78

Sebab, dari begitu banyak kejadian yang kita lihat dan kita dengar, kita memilih hanya sedikit hal untuk diingat. Tindakan yang sama mungkin sangat penting bagi seseorang dan sangat remeh bagi lainnya.
77

Laing, Phillipson dan Lee dalam karya mereka Interpersonal Perception menyatakan: “Agar perilaku orang lain bisa menjadi bagian dari pengalaman-diri, maka diri harus merasakannya. Tindakan nyata suatu tanggapan memerlukan penafsiran. Manusia belajar menyusun penafsiran melalui pengalamannya dalam keluarga dan sub-budayanya seta keseluruhan pengalaman dunianya.”
77

Ada suatu teori komunikasi klise yang berbunyi seperti ini: “Aku tahu anda percaya, anda memahami apa yang anda pikir kukatakan, namun aku tidak yakin anda menyadari, apa yang anda dengar bukanlah apa yang kumaksudkan.”
76

Suatu saat nanti bila aku bertemu Tuhan, aku akan bertanya padaNya mengapa Dia menciptakan wanita begitu rumit dan sulit dipahami! Mengapa wanita memiliki semacam kecenderungan menjadikan sebuah pernyataan sederhana terlalu pribadi dan bersedih karenanya lalu cemberut? Mengapa wanita tidak bisa lebih bersikap langsung dalam berkomunikasi?
68-69

Don Jackson mendefinisikan komunikasi sebagai “. . . perilaku dalam artian paling liar. Kata-kata dan hal-hal non verbal yang menyertainya sikap badan, ekspresi wajah, bahkan sikap diam semua membawa pesan-pesan pada orang lain, dan semua itu terangkum di bawah istilah komunikasi.”
Kenyataannya, manusia tidak dapat untuk tidak berkomunikasi. Kita berkomunikasi dengan kata-kata, isyarat, sikap badan, nada suara dan bahkan sikap diam kita merupakan suatu pesan.
64

Reuel Howe berkata, “Dialog berarti mencintai, seperti yang dilakukan darah dalam tubuh. Bila darah berhenti mengalir, maka tubuh menjadi mati. Bila dialog berhenti, cinta mati dan lahirlah kemarahan dan kebencian.”
63

Bila seseorang mulai berpikir maka akan selalu ada harapan.
61

Perilaku orang dan aturan-aturan dasar komunikasi dipengaruhi suasana.
54

Kupikir ada dua jenis pendengar. Jenis pertama adalah pendengar yang dengan sangat hati-hati sengaja dan menangkap isi pesan. Dia menilai, mengkritik dan menentukan bila materi yang ditampilkan merupakan materi yang bagus, dan ditampilkan secara bagus dan berharga untuk didengarkan. Jenis kedua lebih bersifat antar-pribadi atau mendengarkan dalam hubungan subyektif. Orang dengan jenis ini akan mendengarkan pembicaraan orang lain tanpa merasa perlu mengkritik atau menilai apa yang dikatakan. Dia akan menahan diri untuk tidak menentukan dan mecoba memahami pesan yang digaris-bawahi dalam hubungan antar-pribadi itu.
46

Lagu Paul Simon berjudul The Sound of Silence:

Dan pada malam hari,
Aku melihat sepuluh ribu orang, mungkin lebih,
Orang bercakap tanpa berbicara
Orang mendengar tanpa mendengarkan
Orang menulis lagu tanpa mengeluarkan suara.
Tak seorang pun berani mengganggu suara kesunyian.
44

Anda bisa mendengar bukan berarti anda mendengarkan; anda bisa berbicara bukan berarti anda bisa berkomunikasi. Mendengar adalah suatu gejala akustik yang terjadi di telinga kita. Mendenarkan selalu merupakan pengalaman antar pribadi di antara manusia. Berbicara adalah suara yang kita keluarkan melalui mulut dan pita suara. Komunikasi adalah percakapan di antara manusia.
43

Dengarkan semua percakapan di dunia.di antara bangsa-bangsa dan di antara pasangan-pasangan. Sebagian besar dari percakapan itu adalah percakapan orang-orang tuli.
Paul Tournier, Psikiater Swiss
43

Kebutuhan untuk memberikan sebutan, status, kedok dan penampilan untuk bersembunyi hanyalah suatu cara berpura-pura bahwa sebenarnya kita ini adalah sesuatu. Karena rahasia ketakutan kita adalah bila ada seseorang yang benar-benar memahami kita, dan mengetahui rahasia kita dan kejelekan kita; dan hal itu akan menghancurkan kita. Setiap kita ingin sekali diterima. Kita perlu merasakan kekuatan persetujuan, bukan karena kita . . . atau saat kita . . . atau jika kita . . ., namun kita sebagaimana adanya. Bila kita dapat menerima diri kita sebagaimana adanya, maka kita dapat menolong orang lain untuk meneria diri mereka.
41

Ada cerita tentang seorang MD (Medical Doctor) yang masuk ke surga, dan dalam perjalanannya dari dunia ini menuju surga, dia dapat membawa stetoskopnya. Dengan stetoskop yang masih tergantung di leher, dia muncul di Gerbang Mutiara dan berkata, “Aku Dr. Jones, dari bumi.”
Santo Peter berkata, “Baiklah, tuan. Namun anda harus meninggalkan stetoskop itu di pintu gerbang ini sebab anda tidak dapat memakainya di surga ini.”
“Mengapa tidak boleh? Aku seorang dokter yang cukup penting di bumi.”
“Itulah salah satu alasannya. Anda tahu, di sini semua orang sama. Anda tidak dapat memakai stetoskop tergantung di leher anda, pergi berkeliling memesan, dan menerobos antrian makan siang sampai ke depan hanya karena anda seorang dokter penting.”
“Yah!” dokter itu menggerutu. “Kupikir aku tidak akan senang tinggal di sini.”
“Kupikir anda juga tidak akan senang berada di tempat lain.”
Jadi, dokter itu berpikir sesaat. Berpikir adalah hal yang selalu menolong. Lalu dengan perasaan enggan dia memberikan stetoskop itu pada Santo Peter, dan dengan muram dia memulai hari pertamanya di surga. Waktu makan siang tiba, dan terjadilah antrian makan yang sangat . . . sangat panjang, disertai dengan rasa terhina yang mengerikan karena harus berdiri di bagian belakang dan harus menunggu gilirannya seperti yang lain. Tiba-tiba, datanglah seorang laki-laki dengan stetoskop di lehernya, berteriak dan menerobos antrian, memesan dan mendesak-desakkan dirinya dalam kerumunan itu sampai akhirnya dia berada di depan antrian itu. Laki-laki itu merebut nampan dan paling awal berlalu.
Hal ini tentu saja membuat marah dokter yang baru datang tadi, jadi dia kembali menuju Santo Peter dan berkata, “Santo Peter, berikan padaku stetoskopku! Kamu berbohong padaku! Kamu berbohong padaku! Kamu bilang tidak ada dokter dengan stetoskop di surga ini dan kami semua sama. Lalu, saat makan siang hari ini aku melihat dokter itu menerobos barisan. Siapa dia?
“Oh, Dia bukan dokter, Dia itu Tuhan! Sekali waktu Dia suka meniru kelakuan dokter!”
39-41

Para dokter dapat terperangkap dalam kepentingannya sendiri dan sesuatu yang sepertinya berharga, dan melupakan bahwa air yang dapat dipakai jalan adalah air yang beku. Mereka tidak perlu mendengar orang lain; oranglah yang perlu mendengarkan mereka. Kepakaran yang bersifat langsung jadi ini, dan sindrom menjadi dokter, merupakan sesuatu yang harus diamati dengan hati-hati, sebab hal itu mengandung gambaran cukup berat disandang bila mereka tidak siap untuk menyandangnya.
39

Aku percaya, selama kita hidup, kita dapat mempelajari perilaku manusia. Bila kita punya kaset atau kebiasaan jelek dalam pikiran kita, kita dapat mematikannya dan menggantinya. Bila kita takut untuk mencintai, kita dapat belajar untuk itu. Bila kita dibuat cemas oleh rasa takut, kita dapat belajar bagaimana menanggulangi hal itu. Itu berarti kita dapat berubah.
37

Aku harus menyimak, tanpa lebih dulu menduga-duga, untuk mendapat informasi di balik kedok dan tampilan yang salah agar dapat mendengarkan orang yang sebenarnya.
27

Aku berusaha memahami, tanpa menghakimi, atau menilai, siapa sebenarnya orang itu.
27

Tiap burung bersiul lewat paruhnya sendiri.
26

Betapa pentingnya bila kita dapat belajar menunggu sebelum melakukan suatu kebiasaan, perulangan dan hal-hal yang menghancurkan hidup kita.
19

Dia bercerita tentang sebuah kapal pesiar yang meledak di lautan. Tak seorang pun mampu mendapatkan rompi pelampung atau naik di atas kapal itu. Semua orang berada dalam air dan seketika itu orang-orang berteriak pada kapten kapal, “Seberapa jauhnya tempat ini dari pantai?”
Kapten kapal itu berkata, “Kupikir sekitar lima belas sampai enam belas mil.”
Para penumpang bersaut-sautan menjawab, “Aku tidak dapat berenang sejauh enam mil,” jadi mereka akhirnya tenggelam.
Tetapi, pagi berikutnya di pantai terlibat seseorang setengah tenggelam, namun masih hidup dan terus berenang. Ternyata dia seorang gadis kecil berusia lima belas tahun. Dalam pikirannya hanya ada satu pernyataan, yang terus diucapkan bibirnya, “Aku tahu, aku dapat berenang satu kayuhan lagi.” Dia tidak pernah berpikir dia dapat berenang sejauh enam belas mil, namun dia tahu, dia dapat berenang satu kayuhan lagi. Karena dia dapat berenang satu kayuhan lagi, hanya itu yang dimintanya dari dirinya sendiri, akhirnya dia dapat meraih tujuannya, menyelamatkan hidupnya.
Aku teringat sebuah peribahasa Cina: “Perjalanan terpanjang dimulai dari satu langkah.”
18-19

Aku ingin tahu berapa banyak di antara anda yang mengalami kegagalan hanya oleh pemikiran sangat berat dan tugas sulit. Apakah anda mencemaskan berapa lama waktu yang dibutuhkan, seberapa besar energi yang harus anda keluarkan dan apa resiko yang akan anda hadapi, apakah anda pikir cukup memiliki kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan itu atau tidak? Apakah anda berkata, “Tidak,” dan kemudian menyerah?
18

Keyakinan Hidup

Aku mengalami banyak mimpi yang tak pernah berwujud nyata,
Aku melihatnya hilang dalam gelap.
Namun, terima kasih Tuhan, aku cukup menyadari mimpi-mimpiku,
Yang membuatku ingin terus bermimpi.
Aku telah banyak berdoa, sementara doaku belum pernah terjawab,
Meski aku sudah menunggu cukup lama.
Namun jawaban akan datang bila doaku sudah cukup banyak,
Untuk membuatku terus berdoa.
Aku mempercayai banyak teman yang mengkhianatiku
Meninggalkanku sendirian,
Namun aku menemukan banyak kawan sejati,
Yang dapat kupercayai.
Telah banyak benih yang kusebar yang jatuh ke tanah
Untuk menjadi makanan burung,
Namun aku mempunyai cukup banyak benih emas di tanganku
Untuk terus kutebar.
Aku mengucurkan secangkir kekecewaan dalam kesakitan
Dan melalui hari-hari tanpa nyanyian
Namun aku mengisap cukup banyak minuman dewa dari mawar kehidupan,
Untuk membuatku ingin hidup lagi.
16

Tahukah anda, Dok. Tuhan menjawab doa-doa melalui orang lain.
16

Kita berdua sudah tahu, kamu dapat melakukan bunuh diri kapan saja waktunya, dan baik Tuhan ataupun aku tidak dapat menghentikanmu bila kamu memutuskan untuk mati.
1

Harapan adalah mimpi dalam keadaan terjaga.
Aristoteles
1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s