Tanda-tanda Dari Tuhan

Isabelita menceritakan kisah berikut ini pada saya. Seorang Arab yang sudah tua dan tidak bisa baca-tulis selalu berdoa dengan khusuk setiap malam, sampai-sampai seorang pemilik karavan besar yang kaya raya memutuskan untuk memanggilnya dan mengajak bicara.
“Mengapa kau berdoa begitu khusyuk? Bagaimana kau tahu bahwa Tuhan benar-benar ada, sedangkan membaca pun kau tidak bisa?”
“Saya tahu, Tuan. Saya bisa membaca semua yang dituliskan Tuhan Alam Semesta ini.”
“Bagaimana caranya?”
Orang tua yang bersahaja itu menjelaskan.
“Kalau Tuan menerima surat dari seseorang yang tinggal di tempat jauh, bagaimana Tuan mengenali siapa pengirim surat itu?”
“Lewat tulisan tangannya.”
“Kalau Tuan menerima sebentuk permata, bagaimana Tuan tahu siapa pembuatnya?”
“Lewat ciri khas pandai emas itu.”
“Kalau Tuan mendengar binatang-binatang berkeliaran di dekat perkemahan, bagaimana Tuan tahu apakah binatang itu domba, kuda, atau sapi jantan?”
“Lewat jejak-jejak kakinya,” sahut si pemilik karavan yang terheran-heran dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Orang tua itu mengajaknya ke luar dan menunjukkan langit kepadanya.
“Semua yang tertulis di atas sana, maupun di padang pasir di bawah, tidak mungkin dibuat atau ditulis oleh tangan manusia.”

(Diambil dari buku Paulo Coelho yang berjudul Seperti Sungai yang Mengalir, halaman 249.
Diterjemahkan oleh Tanti Lesmana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s