The Lost Symbol – Dan Brown

“Seorang bijak pernah berkata kepadaku,” ujar Peter, kini dengan suara pelan, “satu-satunya perbedaan antara dirimuj dan Tuhan adalah, kau telah lupa bahwa kau suci.”
730

“Buddha mengatakan, ‘Kau sendiri adalah Tuhan.” Yesus mengajarkan bahwa, ‘Kerajaan Allah ada di antara kamu’ dan bahkan berjanji kepada kita, ‘ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan… dan lebih besar daripada itu.’ Bahkan anti-Paus pertama – Hippolytus dari Roma – mengutip pesan yang sama, yang pertama kali diucapkan oleh guru gnostik Monoimus: ‘Tinggalkan pencarian akan Tuhan… dan jadikan dirimu sebagai tempat awalnya.'”
730

“Guru mengajar, Peter. Kami bicara secara terbuka. Mengapa para nabi-guru-guru terbesar dalam sejarah menyamarkan bahasa mereka? Jika berharap bisa mengubah dunia, mengapa mereka bicara dalam kode? Mengapa tidak bicara dengan jelas sehingga dunia bisa mengerti?”
727

William Blake: sama-sama membaca alkitab siang dan malam, tapi kau membaca hitam, sedang aku membaca putih.
727

Mazmur 78. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki (dark sayings) dari zaman purbakala.
725

“Para nabi memperingatkan kita,” lanjut Peter, “bahwa bahasa yang digunakan untuk menceritakan misteri-misteri rahasia mereka adalah bahasa tersandi. Injil Markus mengatakan, ‘Kepadamu telah diberikan rahasia… tetapi kepada orang-orang luar, segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan.’ Kitab Amsal memperingatkan bahwa perkataan orang bijak adalah ‘teka-teki’, sedangkan Surat Paulus yang Pertama kepada jemaat di Korintus membicarakan ‘hikmat tersembunyi’. Injil Yohanes memperingatkan sebelumnya: ‘Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan… berkata-kata kepadamu dengan kiasan (dark sayings).'”
725

Waktu adalah sungai… Dan Buku adalah perahu.
Banyak diluncurkan di sungai itu, hanya untuk hancur dan hilang melampaui ingatan di dalam pasir-pasirnya. Hanya sedikit, sedikit sekali, yang tahan terhadap ujian-ujian waktu dan tetap hidup untuk memberikan abad-abad berikutnya.
723

Sejarah telah memberkahi umat manusia dengan guru-guru terbijak, jiwa-jiwa sangat tercerahkan yang memahami misteri-misteri spiritual dan mental melebihi segala pemahaman. Kata-kata berharga para Ahli ini – Buddha, Yesus, Muhammad, Zoroaster, dan lainnya yang tak terhitung banyaknya – telah diteruskan di sepanjang sejarah di dalam wadah-wadah tertua dan paling berharga.

Buku.

Setiap kebudayaan di bumi memiliki buku sucinya sendiri. Kata-nya sendiri – yang kesemuanya berbeda, tetapi masing-masingnya sama. Bagi orang Kristen, Kata itu adalah Alkitab, bagi orang Muslim Al-Quran, bagi orang Yahudi Kitab Taurat, bagi orang Hindu Kitab Weda, dan seterusnya dan seterusnya.

Kata itu akan menerangi jalan.
722

Pada mulanya adalah kata.
722

Memahami Misteri Kuno adalah proses seumur hidup.
721

Sesuatu yang kita lakukan hanya untuk diri kita sendiri akan mati bersama kita; sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain dan dunia akan bertahan dan abadi.
672

Kenyataan bahwa kejahatan bisa muncul dari anak tak berdosa di dalam keluarga penuh cinta tetap menjadi salah satu paradoks jiwa manusia.
669

Semenjak permulaan, mereka yang tidak berpengetahuan selalu berteriak paling keras untuk menggiring massa yang tidak menaruh curiga dan memaksa mereka berbuat sesuai perintah.
491

Agama masa depan, ramal Einstein, adalah agama kosmis. Agama itu akan melampaui Tuhan, pribadi dan menghindari dogma dan teologi.
465

Sesuatu yang tidak mampu kita pahami benar-benar ada. Di balik rahasia-rahasia alam masih terdapat sesuatu yang subtil, tak teraba, dan tak terjelaskan.
465

Sejarah, seandainya pun mengajari kita sesuatu, telah mengajarkan kepada kita bahwa gagasan-gagasan aneh yang kita ejek saat ini akan menjadi kebenaran-kebenaran yang kita proklamasikan suatu hari nanti.
Sejarah dipenuhi orang pintar yang semuanya menyatakan hal yang sama… dipenuhi orang pintar yang semuanya bersikeras bahwa manusia memiliki kemampuan mistis yang belum disadari oleh mereka.
464

Katherine mengulurkan tangan ke bawah dan memungut sebutir kecil pasir dari beranda, lalu mengangkatnya agar Trish bisa melihat. “Terpikir oleh saya,” katanya, “bahwa pekerjaan metasistem anda pada dasarnya memungkinkan Anda menghitung bobot seluruh pantai berpasir… dengan menimbang butiran pasir satu per satu.”

“Ya, pada dasarnya itu benar.”

“Seperti yang anda ketahui, butiran pasir kecil ini punya massa. Massa yang sangat kecil, tapi bisa disebut massa juga.”

Trish mengangguk.

“Dan karena punya massa, butiran pasir ini mengeluarkan gravitasi. Sekali lagi, terlalu kecil untuk dirasakan, tapi memang ada.”

“Benar.”

“Nah,” ujar Katherine, “jika kita mengambil triliunan butiran pasir dan membiarkan mereka tarik-menarik untuk membentuk… katakanlah bulan, gravitasi gabungan mereka akan cukup untuk menggerakkan seluruh lautan dan menarik dan menyurutkan air pasang di seluruh planet kita.”

Trish tidak tahu ke mana arah percakapan ini, tapi dia menyukai apa yang didengarnya. “Jadi, marilah kita bicara secara hipotesis,”ujar Katherine, seraya membuang butiran pasir itu. “Bagaimana jika saya katakan bahwa pikiran… gagasan mungil apa pun yang terbentuk di dalam benak anda… sesungguhnya punya massa? Bagaimana jika saya katakan bahwa pikiran adalah suatu benda nyata, entitas terukur, dengan massa terukur? Massa yang sangat kecil, tentu saja, tapi bisa disebut massa juga. Apa implikasinya?”

“Bicara secara hipotetis? Wah, implikasinya yang nyata adalah… jika pikiran punya massa, pikiran mengeluarkan gravitasi dan bisa menarik benda-benda ke arahnya.”

Katherine tersenyum. “Bagus. Kini kita kembangkan ide itu selangkah lebih jauh. Apa yang terjadi jika banyak orang mulai memfokuskan diri pada pikiran yang sama? Semua kejadian pikiran yang sama itu mulai bergabung menjadi satu, dan massa kumulatif pikiran ini mulai bertambah. Dan karenanya, gravitasinya bertambah.”

“Oke.”

“Artinya… jika ada cukup banyak orang yang mulai memikirkan hal yang sama, daya gravitasi pikiran itu menjadi nyata… dan mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya,” Katherine mengedipkan sebelah mata. “Dan hal itu bisa memiliki efek terukur di dalam dunia fisik kita.”
118-119

Pengetahuan adalah alat dan, seperti semua alat lainnya, dampaknya berada di tangan pengguna.
118

“… Kalau begitu, sebutkan tiga prasyarat agar suatu ideologi bisa dianggap sebagai agama.”

“ABC,” jawab seorang mahasiswi. “Assure (menjamin), Believe (megimani), Convert (mengimankan).”

“Benar,” ujar Langdon. “Agama ‘menjamin’ penyelamatan; agama ‘mengimani’ teologi tertentu; dan agama ‘mengimankan’ mereka yang tidak percaya.” Dia berhenti sejenak. “Akan tetapi, Mason memperoleh nol untuk ketiganya. Kaum Mason tidak menjanjikan penyelamatan; mereka tidak punya teologi tertentu; dan mereka tidak berkeinginan mengimankanmu. Sesungguhnya, di dalam pondok-pondok Mason, semua diskusi mengenai agama dilarang.”

“Jadi… Mason anti agama?”

“Sebaliknya. Salah satu prasyarat menjadi anggota Mason adalah kau harus memercayai adanya Sang Mahatinggi. Perbedaan antara spiritualitas Mason dan agama yang terorganisasi adalah, kaum Mason tidak memberikan definisi atau nama tertentu untuk Sang Mahatinggi itu. Nereka tidak menggunakan identitas-identitas teologis yang pasti, seperti Tuhan, Allah, Buddha, atau Yesus, tetapi menggunakan istilah-istilah yang lebih umum, seperti Keberadaan Tertinggi atau Arsitek Agung Alam Semesta. Ini memungkinkan kaum Mason dengan keyakinan berbeda-beda berkumpul bersama-sama.”

“Kedengarannya pemikiran yang menyimpang,” kata seseorang.

“Atau mungkin, berpandangan terbuka dan menyegarkan?” tawar Langdon. “Di abad ini, ketika kebudayaan-kebudayaan yang berbeda saling mempertengkarkan definisi Tuhan yang lebih baik, kita bisa berkata bahwa tradisi toleransi dan keterbukaan pandangan dari kaum Mason patut dipuji.” Langdon mondar-mandir di panggung. “Lagi pula Mason terbuka bagi semua orang dari semua bangsa, warna kulit, dan kepercayaan, dan menyediakan serikat persaudaraan spiritual yang sama sekali tidak mendiskriminasi.”

“Tidak mendiskriminasi?” Seorang anggota Pusat Studi Perempuan universitas berdiri. “Berapa banyak perempuan diizinkan menjadi anggota Mason, Profesor Langdon?”

Langdon mengangkat kedua tangannya, menyerah. “Pendapat yang adil. Secara tradisional, asal mula Freemasonry adalah perserikatan tukang batu Eropa, dan karenanya, organisasi itu eksklusif untuk kaum lelaki. Beberapa ratus tahun yang lalu, beberapa orang mengatakan sejak 1703 – sebuah cabang untuk perempuan yang disebut Eastern Star didirikan. Anggota mereka lebih dari satu juta orang.”

“Bagaimanapun.” kata mahasiswi itu, “Mason adalah organisasi berkuasa yang mengecualikan perempuan.”

Langdon tidak yakin betapa berkuasa kaum Mason sesungguhnyasekarang, dan dia tidak ingin membahasnya; persepsi kaum Mason modern berkisar antara sekelompok lelaki tua tidak berbahaya yang suka berpakaian aneh… sampai komplotan rahasia bawah tanah beranggotakan orang-orang berpengaruh yang menjalankan dunia. Tak diragukan lagi kenyataannya berada di antaranya.

“Profesor Langdon,” kata seorang mahasiswa berambut keriting di barisan belakang, “Jika bukan perkumpulan rahasia, bukan perusahaan, dan bukan agama, maka apakah Freemasonry itu?”

“Yah, jika kau bertanya kepada seorang Mason, dia akan menawarkan definisi seperti ini; Freemasonry adalah sebuah sistem moralitas, terselubung dalam alegori dan diilustrasikan oleh simbol-simbol.”
52-54

Banyaknya orang yang meyakini kebenaran suatu gagasan, bukanlah bukti validitasnya.
124

Kebenaran yang kukuh mempunyai daya tariknya sendiri, dan pada akhirnya akan menarik orang-orang kembali ke sana.
106

Kehendak adalah keahlian yang dipelajari.

Kesadaran hidup, entah mengapa, merupakan pengaruh yang mengubah kemungkinan mengenai adanya sesuatu menjadi sesuatu yang ada. Bahan terpenting dalam menciptakan alam semesta kita adalah kesadaran yang mengamatinya.
87

Kita adalah tuan dari alam semesta kita sendiri.
87

Pikiran lebih berkuasa daripada tubuh.
86

Semakin banyak manusia belajar, semakin banyak dia menyadari ketidaktahuannya.
83

“Buka pandangan kalian sobat-sobat. Kita semua takut terhadap sesuatu yang tidak kita pahami.”
55

Tujuan pembuatan tato sama sekali bukan keindahan. Tujuannya adalah perubahan. Mulai dari para pendeta Nubia pada zaman 2000 SM, sampai para pembantu-pendeta bertato dari aliran Cybele di Roma kuno, sampai parut-parut luka moko suku Maori modern, manusia menato tubuh sebagai cara mempersembahkan tubuh dalam pengorbanan, menahan sakit fisik pembubuhan tato, dan muncul sebagai manusia yang telah bertranformasi.
Walaupun ada peringatan keras dalam Imamat 19:28 yang melarang perajahan tanda-tanda pada kulit, tato telah menjadi ritual perubahan yang diikuti oleh jutaan orang di abad modern – semua orang, mulai dari remaja-remaja berpenampilan rapi sampai para pengguna narkoba tingkat tinggi dan istri-istri di pinggiran kota.
Perbuatan menato kulit merupakan pernyataan kekuasaan yang transformatif, pernyataan kepada dunia; aku mengendalikan kulitku sendiri. Perasaan mengendalikan yang memabukkan, yang berasal dari perubahan fisik itu, telah membuat jutaan orang kecanduan terhadap praktik-praktik perubahan kulit… bedah kosmetik, tindik tubuh, binaraga, dan steroid. Bahkan bulimia dan perubahan gender. Jiwa manusia mendambakan penguasaan atas cangkang jasmaniahnya.
20

Hidup di dunia ini tanpa menyadari arti dunia ibarat berkunjung diperpustakaan besar tanpa menyentuh buku-bukunya.
8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s