Iwan Fals – Untukmu Terkasih Lirik

Kasih, ketika hati, rasa dan jiwa
Serta apa saja yang tersembunyi
Di dada ini mulai bergetar

Karena keindahan matamu
Karena kelembutan senyummu
Karena taburan kasihmu
Justru bayangmu makin sulit kurengkuh

Sementara gelombang rindu
Gelombang kasih sayang tersu mengalir
Bagai air di musim penghujan
Bagai gelombang samudera
Yang mengguncang pantai kehidupan

Kasih, ini nyanyian cinta untukmu
Yang eentah ada di mana kini
Biar engkau mengerti
Apa yang terjadi dalam hidupku

Kabut sunyi mulai merayap di hati
Bayangmu semakin sulit kucari
Aku tak tahu harus berbuat apa
Angin dan burung-burung pun membisu

Ketika kutanya tentangmu
Tentang getaran hatimu
Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwa

Iwan Fals – Lingkaran Keheningan Lirik

Di lingkaran keheningan
Tak ada lagi batasan waktu
Nyala api dalam hening
Menyentuh dinding jiwa yang luka

Satu satu wajah datang
Satu persatu menghilang lagi
Batas langit batas hidup
Kita melayang tak tentu arah

Sayap sayap jiwa yang terluka
Darah menetes basahi senja
Untuk apa mengasingkan diri ?
Lingkaran hening

Telah tumbuh pohon baru
Di atas tanah yang pernah kering
Air hujan air hidup
Mengalir dari jiwa yang hening

Bayang bayang tarian jiwaku
Memenuhi ruangan dunia
Pintu langit makin terbuka
Lingkaran hening

Lingkaran hening
Jiwa yang hening
Lingkaran hening

Iwan Fals – Bangunlah Putra Putri Pertiwi Lirik

Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan
Kuat jarimu kalau mencengkeram
Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkeramanmu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu-malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh kharisma
Pulau pulau yang berpencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…..

Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji
Tadi pagi esok hari atau lusa nanti
Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan
Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisi harapan
Yang hanya berisi khayalan

Iwan Fals – Lagu Satu Lirik

Jalani hidup, tenang, tenang, tenanglah seperti karang
Sebab persoalan bagai gelombang
Tenanglah, tenang, tenanglah sayang

Tak pernah malas, persoalan yang datang hantam kita
Dan kita tak mungkin untuk menghindar
Semuanya sudah suratan

Oh, matahari, masih setia menyinari rumah kita
Takkan berhenti, takkan berhenti menghangati hati kita
Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai kejenuhan mampu merobek-robek hati ini

Sebentar saja, aku pergi meninggalkan
Membelah langit punguti bintang
Untuk kita jadikan hiasan

Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai kejenuhan mampu merobek-robek hati ini

Tenang, tenang, tenanglah sayang
Semuanya sudah suratan
Tenang, tenang, seperti karang
Bintang-bintang jadikan hiasan

Tenang, tenang, tenanglah sayang
Semuanya sudah suratan
Tenang, tenang, seperti karang
Bintang-bintang jadikan hiasan

Berlomba kita dengan sang waktu
Jenuhkah kita jawab sang waktu
Bangkitlah kita tunggu sang waktu
Tenanglah kita menjawab waktu

Seperti karang tenanglah
Seperti karang tenanglah
Seperti karang tenanglah

Iwan Fals – Cikal Lirik

Kerbau di kepalaku ada yang suci
Kerbau di kepalamu senang bekerja
Kerbau di sini teman petani

Ular di negara maju menjadi sampah nuklir
Ular di dalam buku menjadi hiasan tato
Ular di sini memakan tikus

Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
Kerbauku teman petani, ularku memakan tikus

Kerbauku besar kerbauku seram
Tetapi ia buka pemalas
Hidupnya sederhana

Sancaku besar sancaku seram
Mengganti kulit luar sarang makan dan bertapa
Hidupnya sederhana

Ularku ular sanca, kerbauku kerbau petani
Ularku memakan tikus, kerbauku teman petani

Walau kerbauku bukan harimau
Tetapi ia bisa seperti harimau
Kerbauku tetap kerbau
Kerbau petani yang senang bekerja
Sancaku melilitnya
Kerbauku tidak terganggu
Karena sancaku dan kerbau temannya petani

Lalu di mana anak-anak sang tikus
Bayi bayi bayi murni dan kosong
Bayi bayi bayi, bayi ya bayi

Kalu kita sedang tidur dan tiba-tiba saja kita terbangun
Karena lubang hidung kita terkena kumis harimau
Lalu kita kan lari, ya lari
Tetapi bayiku tidak
Bukan karena bayiku belum bisa berlari
Aku percaya aku percaya!

Bayiku tidak akan pernah berpikir bahwa harimau itu jahat
Bayiku menari-narik kumis dan memukul-mukul mulut harimau
Harimau malah memberikan bayiku mainan
Bayiku menjadi bayi harimau
Bayi harimau anak petani
Seperti sanca melilit kerbau
Dia ada di gorong-gorong kota
Lantas apa agamanya?!

Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
Bayiku murni dan kosong dia ada di gorong-gorong kota
Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
Bayiku bayi harimau dia ada di gorong-gorong kota

Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
(Bayi bayi bayi murni dan kosong)
Bayiku murni dan kosong dia ada di gorong-gorong kota

Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
(Bayi bayi bayi bayi harimau)
Bayiku bayi harimau dia ada di gorong-gorong kota

Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
(Bayi bayi bayi yang berkalung sanca)
Bayiku murni dan kosong dia ada di gorong-gorong kota

Kerbauku kerbau petani, ularku ular sanca
(Bayi bayi bayi yang disusui kerbau)
Bayiku bayi harimau dia ada di gorong-gorong kota

Iwan Fals – Doa Dalam Sunyi Lirik

Angin datang dari mana ?
Merayapi lembah gunung
Ada luka dalam duka
Dilempar kedalam kawah

Memanjat tebing tebing sunyi
Memasuki pintu misteri
Menggores batu batu
Dengan kata sederhana
Dengan doa sederhana

Merenung seperti gunung
Mengurai hidup dari langit
Jejak jejak yang tertinggal
Menyimpan rahasia hidup

Selamat jalan saudaraku
Pergilah bersama nasibmu
Pertemuan dan perpisahan
Dimana awal akhirnya ?
Dimana bedanya ?
Dimana bedanya ?

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Iwan Fals – Buktikan Lirik

Kata-kata berbisa
Mulut-mulut berbusa
Janji-janji bertebaran
Seperti biasa dari atas panggung
Atas nama bangsa

Yang mendengar terpesona
Bahkan ada yang terkesima
Aku pun tergoda
Untuk mengikuti apa yang terjadi
Apakaah memang janji hanya janji

Buktikan, buktikan
Itu yang di nanti-nanti
Buktikan, buktikan
Kalau hanya omong
Burung beo pun bisa

Kita hidup sering terancam
Tak ada jaminan keselamatan
Kamu ngomong tentang keamanan
Tapi makin banyak penggusuran

Kita hidup sering terancam
Tak ada jaminan keselamatan
Kamu ngomong tentang kemakmuran
Tapi makin banyak pengangguran

Buktikan, buktikan
Itu yang di nanti-nanti
Buktikan, buktikan
Kalau hanya omong
Burung beo pun bisa

Kata-kata berbisa
Mulut-mulut berbusa
Janji-janji berhamburan
Seolah-olah kami ini bodoh
Tak mengerti apa-apa
Seolah-olah kami ini anak kecil
Yang bisa kau bohongi sesuka hatimu

Buktikan, buktikan
Itu yang di nanti-nanti
Buktikan, buktikan
Kalau hanya omong
Burung beo pun bisa

Iwan Fals – Kebaya Merah Lirik

Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibu

Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu

Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Ibu

Iwan Fals – Keakuan Lirik

terhempas ku terjaga dari lingkar mimpi pada titik sepi
suaramu terngiang menebus khayalku yang juga tentangmu
dan kuakui tanpa kemunafikan kucinta kau
bahwasanya keakuanku bersumpah aku cinta kau

bayangmu menghantui setiap gerakku dan kemauanku
dahagaku akan mematikan emosi juga ambisiku
dan kuakui tanpa kemunafikan kucinta kau
bahwasanya keakuanku bersumpah kucinta kau

dan kuakui tanpa kemunafikan kucinta kau
bahwasanya aku bersumpah aku cinta kau

Iwan Fals – Kudatangkan TubuhMu Lirik

Langkahku semakin karam
Diantara basah humus
Arungi belukar paya
Belantara surutkan hatiku

Hari demi hariku
Sibakkan jalan
Kuterjang kegelapan
Turuti berkas sinar
Temukan wajahMu

Terjerat sudah tubuhku
Diantara duri rotan
Turuni jeram berkabut
Kerinduan merampas pikiranku

Aku harus jalani
Paruh lakon ini
Ditengah bias angan
Dan kenyataan hidup
Kugenggam parangku

Di sini
Di belantara
Di lingkar garis bumi
Kudatangkan tubuhmu
Lewat bara api unggun